Goodbye

Dear D,

 

Terakhir kali ku menulis adalah bagaimana cara menghilangkanmu dari kepalaku.

 

Dear D,

Entah siapa yang jahat. Akukah? Kamukah?

Tapi terimakasih telah pernah memberi ruang serta lubang. Untuk kedua hal itu, ku syukuri.

 

Bahagia ya D.

Walaupun pedih, tapi biar Tuhan berkati.

 

Yang dulu hilangkan saja, anggap tak pernah ada. Tak pernah ada apapun.

 

-jakarta, 18 Sept 16, 23.30wib-

 

Lalu Selanjutnya Bagaimana

Apa harus kumatikan rasa yang pernah ada

Apa harus ku enyahkan debaran yang pernah tercipta

Apa harus kubuang jauh-jauh dirimu

Agar tak mengganggu hatiku?

 

Melihatmu dengan orang lain

Lalu selanjutnya (aku) bagaimana?

 

Pelan-pelan..
Saya sudah kembali ke fase semula
Fase saya belum kepikiran kamu
Fase saya belum melirik kamu

Jadi jangan hadir di kepala saya lagi
Oke?

Tak tik tuk tak tik tuk
Mata enggan terpejam
Walau hampir jam 11 malam

Tak tik tuk tak tik tuk
Berusaha keras melengketkan kelopak mata
Satu sama lain
Tapi tetap tidak mau

Tak tik tuk tak tik tuk
Goyang goyang kaki
Pikiranpun melayang di udara
Entah memikirkan (si)apa

Tak tik tuk tak tik tuk
Badan gelisah
Ke kiri dan ke kanan
Hempaskan badan

Tidak lelah rupanya?

 

Tak tik tuk tak tik tuk

Karena kamu tidak bisa terpejam

Kamu kuketik saja

Biar lelah!

 

Tak tik tuk tak tik tuk
Lima cangkir kopi hari ini
Salah siapa?

Untuk Seseorang yang Hinggap di Kepala

Untuk seseorang yang hinggap di kepala,

Tahukah kamu kalau kamu memenuhi kepalaku?

Setiap ucapan, gerak gerikmu, celotehmu

Itu mengganggu tahu!

 

Setiap bunyi notif di telepon selularku dipenuhi kamu

Kemudian aku akan senyam senyum sendiri

Sambil menikmati debaran yang disebabkan kamu!

 

Kamu tahu tidak, setelah obrolan di tempat kopi itu

Ada sesuatu yang berbeda rasanya setiap ingat kamu

Ada sesuatu yang berbeda setelah obrolan kita

Kamu menciptakan rasa yang aku pikir sudah tak mungkin terjadi

 

Aku suka kamu sampai aku beri nilai 8 dari 10!

Menyebalkan.

 

Kamu bikin kepalaku tidak bisa istirahat

Semacam bermain-main di kepalaku

Jahat!

 

Masih ingat kamu berjanji akan mengajakku melihat pertunjukan musik?

Masih ingat kamu berjanji akan mengajakku menyeruput kopi?

Masih ingat? Kalau tidak, berarti kamu membohongiku dengan besar.

Besar sekali.

 

Mungkin kamu lupa karena salahku juga

Yang tetiba pergi tanpa memberi kata dan tawa lagi

Semestinya kamu paham mengapa aku begitu

Aku sedang dalam posisi yang tidak baik

“Not so good”, begitu jawabku setiap kamu menanyakan kabarmu

Kemudian aku tidak melanjutkan percakapan lagi

Iya, itu salahku

 

Salahku sehingga kamu tidak pernah memberi kabar padaku lagi

 

Aku minta maaf

 

Aku sampai menulis begini untuk kamu,

Berarti kamu sangat menggangguku

Menggangguku dengan luar biasa

Luar biasa spesial

Spesial yang mengganggu

Kamu tahu tidak sih?

 

Untuk seseorang yang memenuhi kepalaku dari bulan Maret,

aku rindu.

 

Kamu.

D.